SOLO,thetelegram.news-Berbagai upaya dilakukan KPP Pratama di Soloraya di wilayah kerja Kanwil DJP Jateng II untuk mengoptimalkan pendapatan pajak dalam situasi pandemi covid-19 sperti sekarang ini.
Mulai dari penagihan aktif, surat panggilan, denda, blokir rekening bank, cekal atau larangan ke luar negeri, hingga sita dan lelang aset milik wajib pajak.
Hal itu dikatakan para kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama yang hadir dalam media gathering yang diselenggarakan Kanwil DJP Jateng II beraama para wartawan di Solo, Jumat (10/9/2021) di kanwil.
Kepala KPP Pratama Sukoharjo Agus Hernawanto Purnomo mengatakan telah meminta pihak bank untuk memblokir rekening salah satu wajib pajak. Blokir akan dibuka kalau wajib pajak itu menyelesaikan tanggung jawabnya.
Sementara Yulianto Dwi Wiyatmo, Kepala KPP Pratama Karanganyar baru saja menyita aset berupa tiga sepeda motor milik wajib pajak. Selain itu, ada juga wajib pajak yang diajukan pencekalan atau larangan ke luar negeri.
"Berbagai upaya telah kita lakukan untuk mengoptimalkan pendapatan pajak tahun. Kecuali, tidak ada penyanderaan atau gijzeling tahun ini," kata Kepala Kanwil DJP Jateng II, Slamet Sutantyo.
Sementara itu dalam uraiannya, Slamet mengatakan, secara garis besar tren capaian kinerja Kanwil DJP Jateng 2 cenderung naik, hingga akhir Agustus 2021. Realisasi penerimaan mencapai 53,35 persen atau Rp 6,654 triliun dari target Rp 12,474 triliun.
Realisasi mengalami pertumbuhan sebesar 0,95 persen. "Pertumbuhan telah berubah positif dikarenakan pertumbuhan perekonomian nasional telah mengalami pemulihan meski masih dalam masa pandemi covid-19," kata dia.
Penerimaan pajak itu terdiri dari PPh nonmigas Rp 2,699,978,492,643 dengan kontribusi 55,2 persen dari total target penerimaan. Tapi, angka itu tumbuh minus 9,14 persen dari target. Kemudian PPN dan PPnBM senilai Rp 2,049,334,384,352 dengan kontribusi 41,9 persen dari target penerimaan atau tumbuh 13,39 persen dari target.
"Pajak lainnya Rp 210,017,117,801 dengan pencapaian 52,88 persen, tumbuh 136,74 persen dari target," tandasnya.(Vladimir Langgeng)



