arrow_upward

Orang Miskin Sulit Masuk Surga

Rabu, 01 September 2021 : 20:08


PURWOREJO, thetelegram.news-
Bruder Danang mengambil contoh tiga perempuan yang selama ini melayani Yesus yang ternyata semuanya orang berada.

Yakni, Maria Magdalena (seorang mucikari),  Yohana (isteri Khusa, bendahara atau menteri keuangan Herodes ), dan Susana (penyamak kain, artinya pengusaha garmen).

Tiga perempuan itu diambil dari Injil Lukas Bab 8 ayat 1-3. Disitu dikatakan :

(1) Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia. (2) dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, (3) Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

"Dari sini saya menarik kesimpulan, bahwa orang-orang yang melayani Yesus adalah orang berada, yaitu orang yang mampu untuk berbagi pada Tuhan dan sesama," kata Bruder FA Danang Kusena Ca, dalam sinau bareng Bruder Danang di Purworejo, Selasa (31/8/2021).

Lebih lanjut bruder mengatakan, pada dasarnya orang miskin sekarang ini sulit untuk berbagi pada sesama. Mereka sering mengeluh, marah, dan mungkin complain pada kenyataan.

Itu menandakan, sebenarnya mereka tidak meyakini penyelenggaraan ilahi. Atau bahasa extrimnya tidak meyakini bahwa Tuhan bekerja pada dirinya.

"Maka dari itu saya bisa mengatakan bahwa orang miskin sulit masuk kerajaan Allah," tuturnya.

Namun menurut Bruder Danang, orang kaya tidak hanya terlihat dari segi materi. Tapi orang kaya yang tidak mau berbagi pada sesamanya juga termasuk miskin. Lalu bruder membuat perbandingan.

Dia melihat pejabat negara, anggota legeslatif atau pejabat instansi lainnya, yang sebagian korupsi. Padahal rumahnya megah hartanya banyak.

Tapi, bruder mengidentifikasikan bahwa korupsi itu adalah mencuri. Kategori orang yang mencuri adakah kategori orang berkekurangan. Karena orang berkekurangan adalah orang miskin.

"Jadi orang yang mencuri itu orang yang berkekurangan. Orang yang berkekurangan berarti orang yang miskin, sebab mereka kurang," tandas bruder dari Semarang itu.

Lantas bruder membandingkan dengan tukang becak. "Ketika saya naik becak uang saya waktu itu kurang untuk membayar becak. Anehnya, tukang becak itu tidak mau dibayar, malahan dia memberi saya rokok."

Dari peristiwa tersebut bruder mencoba menyimpulkan bahwa tukang becak tersebut adalah orang kaya. "Hemat saya, bahwa orang kaya masuk kerajaan Allah, sebab mereka selalu mau berbagi pada sesama yang kekurangan entah apa ukurannya."

Beda dengan orang miskin yang selalu mengeluh, complain, kikir, pelit, selalu perhitungan, dan tidak mau tahu pada sesama. Sebab meraka tidak mau penyelenggaraan ilahi, dimana Tuhan selalu hadir bagi mereka.

Menurut bruder, pada dasarnya Tuhan selalu hadir pada setiap unsur manusia, apapun derajatnya. Tapi yang diutamakan Tuhan, manusia harus selalu berbagi pada sesama apapun keadaanya. Mau berbagi kepada mereka yang membutuhkan. 

"Berbagi adalah simbol kekayaan untuk menuju kerajaan Allah. Seperti janda miskin yang memberi hasil dari kekuranganya. Itulah yang diinginkan Tuhan untuk selalu berbagi," pungkas Bruder Danang.(Vladimir Langgeng)