arrow_upward

Masyarakat masih Gagal Paham Digitalisasi, Semua Mau Bikin Aplikasi

Rabu, 22 September 2021 : 19:54


SEMARANG,thetelegram.news-
Masyarakat di Indonesia, khususnya para pelaku usaha, dinilai masih gagal paham terhadap digitalisasi. Akibatnya, hampir semua orang atau lembaga ingin membuat aplikasi atau plat form, bahkan pabrik aplikasi.

Hal itu terungkap dalam diskusi bertema Kadin Macthmaking and Storing Tools for UMKM : Kadin Jawa Tengah dan Penggerak UMKM di Semarang, Rabu (22/92021).

"Berhentilah bikin aplikasi, sebaiknya pakailah aplikasi yang ada," kata Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Kukrit Suryowicaksono.

Lebih lanjut Kukrit mengatakan, jika Jawa Tengah dengan 35 kabupaten/kota  masing-masing punya produk unggulan serta mampu mensuplai kebutuhan antar daerah secara terus menerus maka Jawa Tengah akan menjadi area perdagangan.

"Tanpa harus ekspor sekali pun, perdagangan itu sudah jalan," kata CEO Suara Merdeka itu.

Wakil Ketua Umum Bidang UKM dan Koperasi Kadin Jawa Tengah Hasan Abdul Rozak mengingatkan, janganlah semua UMKM terjun ke digital. Survey menyebutkan, banyak pelaku UMKM tidak siap untuk beradaptasi dengan dunia digital dan media sosial ketika diajak ke sana.

Karena itu, kata dia selanjutnya, UMKM masih butuh pendampingan dan edukasi (konsultasi) bisnis, disamping informasi akses keuangan. "Saya sepakat UMKM go digital tapi tidak untuk masuk ke marketplace," kata Hasan.

Sementara itu perwakilan Kadin Karanganyar dalam kesempatan itu menyampaikan keberhasilannya dalam memajukan UMKM. Sejumlah pelaku UMKM di bumi intan pari bisa diajak berkumpul berinteraksi, dan membentuk jaringan, baik sesama pelaku UMKM maupun dengan pengusaha besar. 

"Paguyuban UMKM juga mampu menekan pemerintah agar minimarket berjaringan seperti Indomart dan Alfamart  menjual produk-produk UMKM," kata Joko Sutrisno, Ketua Kadin Karanganyar.(Vladimir Langgeng)