arrow_upward

Hotel Dana Dipugar jadi Bintang Lima, Cagar Budaya Dipertahankan

Selasa, 21 September 2021 : 13:46


SOLO,thetelegram.news
-Hotel Dana, hotel bintang dua/tiga, yang berada di pusat kota di Jalan Slamet Riyadi Solo bakal direnovasi dan dibangun ulang, dijadikan hotel bintang lima.

Sebagai pemilik sekaligus pengelola, keluarga besar Pura Mangkunegaran menggandeng PT Layani Nahdlatul Utama (LNU) untuk pembangunan ulang Hotel Dana itu.

Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dilakukan direktur utama PT LNU Seno Adjie dan direktur utama Hotel Dana Solo BRM Roy Rahajasa Yamin di Pura Mangkunegaran, Minggu (19/9/2021).

"Hotel ini sudah berjalan selama 69 tahun dan sudah perlu direnovasi. Rencananya akan dibangun ulang menjadi hotel bintang lima," kata BRM Roy Rahajasa Yamin, dirut PT Hotel Dana Permai.

Meski dibangun ulang, kata Roy Rahajasa, namun ada bagian bangunan di Hotel Dana itu termasuk cagar budaya dan dilindungi sehingga tidak boleh diubah, misalnya pendopo.

Pihaknya sudah menyusun semacam masterplan, baru akan disusun feasibility study. Jadi akan tahu mana yang boleh dan mana yang tidak dibangun.

Menurut cucu Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VIII itu, konsep pembangunan ulang Hotel Dana itu bernuansa Jawa, khususnya Pura Mangkunegaran, dan modern.

"Arsitek Jawa tetap dipertahankan. Sehingga bisa dikatakan, renivasi hotel di tengah Kota Solo ini adalah pelestarian dan pengembangan," ungkap Roy Rahajasa.

Lebih lanjut cucu pahlawan nasional Mohammad Yamin itu mengatakan, Hotel Dana itu awalnya rumah milik Gusti Pangeran Purbonegoro, seorang pangeran, putra dari Pakubuwono (PB) X, raja Keraton Kasunanan Surakarta.

Kemudian rumah itu dibeli oleh Yayasan Dana milik Mangkunegaran dan selanjutnya dikembangkan menjadi hotel dengan nama Hotel Dana sejak 1952. "Hotel Dana dibuka untuk umum pada 25 Mei 1953," kata Roy Rahajasa.

Dirut PT Layani Nahdlatul Utama (LNU) Seno Adjie menambahkan, pembangunan ulang Hotel Dana menjadi hotel bintang lima akan dilakukan awal 2022 dan ditargetkan selesai dalam tiga tahun.

"Anggarannya sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 600 miliar dari konsorsium kemitraan LNU dan PBNU," kata Seno.(Vladimir Langgeng)