arrow_upward

Hindari Penyalahgunaan, Jangan Umbar PeduliLindungi Di Medsos

Kamis, 09 September 2021 : 12:42


SOLO, thetelegram.news-B
ocornya data pribadi Presiden Joko Widodo di aplikasi PeduliLundungi, belakangan ini, menjadi keprihatinan semua pihak. 

Karena itu, Direktur Operasi keamanan dan pengendalian Informasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Rinaldy mengimbau masyarakat agar bijak membagikan informasi pribadi di media sosial, agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain untuk tujuan tertentu.

"Selain itu, mari kita cek kebenaran berita, berusaha mengenali aplikasi dengan baik, agar bermanfaat bagi diri kita sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengendalian pandemi,” tandas Rinaldy dalam dialog yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (8/9/2021), secara daring.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), apilkasi PeduliLindungi telah diunduh oleh lebih dari 39 juta pengguna dan dimanfaatkan sebagai fungsi skrining di berbagai fasilitas umum.

“Aplikasi ini sebagai perlindungan diri, juga bisa menjadi asisten pribadi warga, karena dapat memberikan info atau alarm apabila datang ke tempat yang kurang aman terkait COVID-19,” kata Tenaga Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Devie Rahmawati.

Lebih lanjut Devie mengatakan, untuk mengoptimalkan dan menjamin keamanan data, pemerintah telah melakukan migrasi sistem PeduliLindungi ke Pusat Data Nasional yang dikelola Kemenkominfo bekerja sama dengan PT Telkom, BSSN, serta kementerian terkait.

Sebelumnya, Direktur Digital Business Telkom Muhammad Fajrin Rasyid mengatakan, aplikasi PeduliLindungi telah dikembangkan sejak awal 2020 dan semakin banyak digunakan masyarakat. Misalnya untuk mendapatkan sertifikat vaksin serta skrining masuk fasilitas umum.

"Aplikasi ini akan makin efektif dan efisien jika makin banyak orang yang menggunakan, karena adanya fitur tracing yang bisa mendeteksi atau mengindentifikasi adanya orang dengan Covid-19 di lokasi tersebut,” ujarnya

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyambut baik dan mendukung penuh upaya pemerintah dalam pemberlakuan aplikasi PeduliLindungi, selain tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Karena itu, ketua APPBI Alphonzus Widjaja mengimbau masyarakat yang ingin berkunjung ke pusat perbelanjaan untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan memiliki akun di aplikasi tersebut.

"Hampir 350 pusat perbelanjaan di berbagai daerah di Indonesia anggota APPBI telah memberlakukan proses skrining dengan PeduliLindungi bagi pengunjung," katanya.(Vladimir Langgeng)