JAKARTA,thetelegram.news-Sebanyak 50 perusahaan besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengikuti Public Expose Live 2021, yang diselenggarakan BEI bersama KPEI, KSEI, serta didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurut Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi, Public Expose Live 2021 yang diselenggarakan selama 5 hari, 6-10 September, adalah upaya penyebaran informasi perusahaan tercatat kepada investor, di tengah pandemi Covid-19 saat ini.
Target pengunjung adalah investor, analis perusahaan efek, manajer investasi lokal dan asing, analis dana pensiun, perwakilan perusahaan asuransi, anggota asosiasi analis efek Indonesia, serta wartawan. Public Expose Live 2021 dapat diikuti dengan mendaftar di www.idx.co.id atau bit.ly/pubexlive2021.
Tujuan lain dari Public Expose Live 2021, kata Hasan, adalah untuk meningkatkan pemahaman investor terhadap kinerja perusahaan tercatat di BEI, menambah basis investor lokal, serta meningkatkan likuiditas pasar.
"Public Expose Live 2021diharapkan membantu investor menentukan langkah investasi dengan pertimbangan matang, karena telah memahami kondisi dari saham yang akan dimiliki," ujar Hasan, dalam siaran pers, Senin (6/9/2021).
Sejak 2019, penyelenggaraan Public Expose Live mengadopsi teknologi pertemuan daring dan real time, sebelum akhirnya mulai 2020 dilakukan secara full virtual. "Tahun 2021 ini adalah tahun ketiga Public Expose Live yang mencerminkan kesiapan strategi digital BEI dalam menjawab tantangan di masa pandemi."(Vladimir Langgeng)



