SOLO - Menindaklanjuti instruksi Wali Kota Gibran Rakabuming Raka, Badan Pengurus Cabang (BPC) Kadin Surakarta dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Jumat (4/6) malam, menggelar rapat untuk membahas rencana pelaksanaan Solo Great Sale.
"Mas Wali Kota meminta Solo Great Sale tetap dilaksanakan makanya kita tindak lanjuti," kata Ketua Kadin Surakarta Gareng S Haryanto, di sela rapat.
SGS bakal digelar selama sebulan mulai 1 hingga 31 Oktober. Event SGS itu merupakan gelaran yang tertunda dari yang kegiatan SGS yang mestinya dilaksanakan di Bulan Februari lalu. Pihak panitia mentargetkan transaksi senilai Rp 800 miliar pada SGS ketujuh itu.
Menurut Gareng, SGS kali ini juga diperluas, wilayah sekitar seperti Sukoharjo dan Karanganyar juga diperbolehkan ikut. "Hadiah utama berupa satu unit rumah dan satu unit mobil serta hadiah hadiah lainnya berupa sepeda motor, sepeda gunung, dan produk elektronik disediakan pula," katanya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, dalam situasi pandemi covid-19 seperti sekarang ini dibutuhkan sebuah momentum untuk mengakselerasi, memberi manfaat membantu percepatan pertumbuhan ekonomi.
"Karena itu, saya setuju dengan mas wali kota bahwa Solo Geat Sale harus tetap dilaksanakan karena saya melihat di situ ada semangat untuk menumbuhkan perekonomian," kata Joko.
Selain untuk memacu pertumbuhan ekonomi di saat low seasson, lanjut dia, SGS juga bisa sebagai pintu masuk untuk digititalisasi para pelaku UMKM dan para pedagang pasar tradisional, serta para tenant/perserta lainnya. Hal itu selaras dengan tujuan Bank Indonesia yang kini terus mensosialisasikan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) untuk pembayaran nontunai agar lebih praktis.
"Solo Great Sale kali ini sudah selayaknya mengarah ke digital. Konsumen juga bisa belanja atau pesan dari rumah , selain belanja atau datang langsung di tempat," tandasnya.
Sekretaris eksekutif Kadin Surakarta David R Wijaya mengusulkan, sebaiknya dalam SGS ketujuh ini melibatkan para milenial. Misalnya, menyelenggarakan lomba membuat vlog atau video pendek bagi para milenial.
"Banyaknya event dan berbagai lomba yang digelar juga akan mendukung suksesnya Solo Great Sale," kata David.
Sebelumnya, pada dalam pertemuan di sore hari di kantor Otoritas Jasa Keuangan Solo, Wali Kota Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan pentingnya penyelenggarann Solo Great Salo untuk membantu percepatan pemulihan ekonomi di Solo dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Pertemuan yang digelar OJK Solo itu juga dihadiri ketua dewan komisioner OJK Wimboh Santoso, para bupati/kepala daerah se Soloraya, para pelaku usaha (Kadin) dan akademisi. "Saya kira SGS harus tetap dilaksanakan untuk membangun spirit pertumbuhan ekonomi Kota Solo," kata putra sulung Presiden Joko Widodo itu.(LG)



